Dance and Love
Part 3
Author : Hasya Jung (@hasyahasya24)
Genre : School life, Romance, friendship,
Cast : Park Seul Ri (OC), Oh Sehun, Kim Jongin, Cho Minra
Other Cast :
-
Park
Chanyeol as Seulri’s brother
-
Lee
Yunri as Seulri’s friend
-
Zhang
Yixing (LAY) as Sehun’s friend
And other
Length : Multichapter
Cuap-cuap author :
Ya.. sepertinya makin kesini-sini ceritanya makin gaje dan
absurd. Mian, ne. Maklum karena ini ff multichapter pertama yang kubuat. Jadi,
mohon commentnya ne. Biar tahu kesalahan ceritanya dimana. Jadi bisa diperbaiki
di part-part selanjutnya deh! Udah ya segini dulu. kebanyakan bacot nih
authornya!! *readers : emang -_- Ya
sudah langsung saja, ne dibaca.
Chap sebelumnya :
^^happy reading^^. Gomawo^^
.
.
.
.
#pagi hari di sekolah
Author POV
Kringgg...Kringg...Kringg
Bel
tanda masuk berbunyi memekakan telinga.
Semua siswa di Seoul art high school yang masih di gerbang berlarian masuk ke kelas.
Termasuk seorang namja tinggi, berkulit putih pucat yang masih terlihat asing oleh beberapa siswa
di sekolah itu. Banyak siswa yeoja yang memperhatikannya. Mata mereka tak
henti-hetinya menatap ke namja itu. ‘sepertinya ia murid baru. Tapi ia tampan
sekali’ pikiran siswa-siswa yeoja yang melihatnya. Disamping itu sebelum itu
sudah ada namja berkulit tan dan juga tinggi yang berlari lebih dahulu. Dan, Ya
ia juga termasuk siswa baru di sekolah itu. Sama dengan namja yang tadi, ia
juga di komentari oleh siswa-siswa yeoja yang lainnya. ‘wah,,lihat namja itu
terlihat tampan dan seksi, karena warna kulitnya. Kurasa dia anak baru’ gumam
beberapa yeoja yang melihatnya.
#at the class
Kali ini
kelas Seulri akan belajar sejarah. Dan sambil menunggu songsaengnim datang
kebanyakan diantara mereka sibuk sendiri dengan urusan masing-masing. Ya,
contohnya mengobrol, bercanda dengan teman sebangku bermain game, berlari-larian di dalam kelas dan masih
banyak lagi. Dan tak berapa lama mereka
sibuk dengan urusan mereka, akhirnya Jung saem pun datang. Ia pun menyapa
murid-muridnya.
“annyeong anak-anak” sapa Jung saem
“annyeong saem” balas semua murid serempak.
“oh, ya anak-anak hari ni kita mendapat kabar bagus” kata
Jung saem. Semua murid pun menatap bingung ke arah guru mereka. Lalu bertanya.
“apa itu saem?” tanya salah satu murid
“kalian akan mendapatkan teman baru. Bahkan sekaligus dua orang.
Eumm, kalian boleh masuk.” Jelas saem sambil mengajak murid baru itu masuk. Baru
sampai di pintu kelas semua yeoja yang melihat mereka pun terpesona. Saking
terpesonanya sampai-sampai membuat mereka sampai tak berkedip #lebay deh -_-.
Berbeda dengan Seulri, itu karena ia
sedang melirik kearah lain dengan wajah termenung dan muram. Namun, ketika ia
berbalik dan beralih menghadap ke papan tulis. Betapa terkejutnya ia ketika
melirik kedua namja didepan kelasnya. Ia terkejut karena salah satu namja yang
di depan kelas itu adalah namja menyebalkan yang kemarin bertemu dengannya.
‘mwo? Untuk apa namja itu kemari?’pikir Seulri bingung.
_KAI PoV_
“kalian akan mendapatkan teman baru. Bahkan sekaligus dua
orang. Eumm, kalian boleh masuk.” Panggil saem yang baru saja menuntunku dengan
seorang namja disampingku ini ke kelas baruku ini.
Ya, sekarang ini adalah sekolah baruku. Akhirnya setelah 1 tahun jauh dari Seoul,
sekarang kembali juga. Terasa lama
sekali aku jauh dari sahabatku itu. Seorang yeoja yang kukenal sejak SD. Yeoja
itu Park Seul Ri. Ia pasti belum tahu kenapa sebelumnya aku hilang
tanpa jejak darinya.
_Flashback _
Awalnya aku masih belum menyadari aku
mempunyai penyakit ini. Tapi ketika beberapa hari sebelum hari kelulusan, aku
merasa kepala sakit sekali. Ku kira sakit kepala biasa, jadi kubiarkan saja.
Empat hari berturut-turut aku selalu merasa kesakitan dengan kepalaku. Dan
sampai pada tepat sehari sebelum hari kelulusan aku tetap memaksakan untuk
masuk sekolah. Akibatnya pada malam hari tiba-tiba saja kepalaku sakit luar
biasa, aku tidak bisa menahannya sama sekali bersamaan dengan itu tiba-tiba
saja hidungku mengeluarkan banyak darah. Setelah itu aku sudah tak merasakan
apa-apa lagi. Dan ketika kubangunpun aku sudah ditempat lain. Ya, aku sudah ada
di rumah sakit. Tapi aku tak yakin rumah sakit yang kutempati ini rumah sakit
di Korea. Dan ya, benar saja ternyata sedang di sebuah rumah sakit di Amerika
kata eommaku.
“Bagaimana bisa? Bukankah baru kemarin aku
pingsan!.” Tanyaku pada eommaku.
“tidak nak, kau sudah 5 hari tak
sadarkan diri. Eomma sangat khawatir, nak! Dan saat eomma dan appamu membawamu
ke rumah sakit di Korea. Dokter memvonis penyakit kanker itu..sudah stadium
dua. Eomma dan appa sangat shock. Dan tanpa pikir panjang, karena appamu
mempunyai teman dokter dari Amerika yang sering mengatasi masalah kanker.
Akhirnya eomma dan appa memutuskan untuk membawamu ke sini.” Jelas eomma
panjang lebar dengan mata berkaca-kaca.
“MWO? Lalu sekolahku bagaimana?
Tanyaku lagi kaget.
“kau ini sedang sakit masih saja
memikirkan sekolah. Kau tenang saja kami sudah mengurus semuanya. Kau
juga lulus dari sekolahmu itu. chukkae adeul!.
tapi untuk tahun ini kau masih harus berada disini. Untuk menuntaskan
semua pengobatanmu. Ne!” jawab appa.
“jinjja? Heuhh
,syukurlah. Tapi apakah appa sudah
menghubungi Seulri?” tanyaku khawatir
jika Seulri mencariku, tapi aku sudah tidak ada di Seoul.
“Seulri?
Temanmu itu ya? Sepertinya belum. Mungkin
karena kami terlalu panik, dan fokus untuk mengurusmu jadi tidak sempat
menghubungi siapapun. Mau appa hubungi sekarang? tawar appa.
“belum.
Jangan, jangan ditelepon dulu. Aku tak mau ia tahu tentang penyakitku. Dan aku
tak mau membuatnya khawatir. Biar aku
saja yang menghubunginya. Jika waktunya sudah tepat.” Cegahku pada appa.
“ah, baiklah
jika kau maunya begitu” balas appa.
“ehmm, tapi
bolehkah aku meminta satu permintaan pada kalian!”
“tentu, apa
permintaanmu nak?” tanya appa.
“setelah
penyakitku sembuh bolehkah aku kembali lagi ke korea.?” tanyaku ragu.
“baiklah. Itu
tak masalah asalkan kau cepat pulih.” Jawab appa.
“ahh,,
gomawoyo~ eomma appa kalian baik sekali.” Balasku sambil memeluk mereka.
_End flasback_
Dan sejak saat
itu aku belum berani menghubungi Seulri. Tapi ia selalu saja menghubungiku.
Walaupun begitu aku sengaja tak mengangkatnya. Aku belum siap. Dan pada akhirnya
aku terpikirkan sesuatu. Yaitu membuatkan surat untuknya(inget yang part 1).
Agar ia tahu keadaanku saat itu dan ya.. agar ia tak khawatir lagi denganku.
Dan setelah aku memberinya surat ia sudah mulai jarang menghubungiku. Mungkin
ia sudah mulai tak terlalu mengkhawatiriku.
Setelah lama aku mengalami perawatan di rumah sakit Amerika akhirnya aku
bisa kembali lagi ke Seoul. Tapi
beberapa hari sebelum ke Seoul aku menghubungi
Seulri. Untuk memberi tahunya seuah kejutan. Dan inilah kejutannya aku
kembali ke Seoul dan kembali lagi
untuknya. Aku sangat merindukannya.
_Kembali ke
cerita_
“ya,, kalian
silahkan memperkenalkan diri! Dimulai dari kau” suruh saem sambil menunjuk ke
arahku. Tapi sebelum itu aku
memperhatikan seorang yeoja yang sedang duduk sendiri sambil menatap sinis
seseorang yang ada didepan kelas. Dan
sepetinya itu untuk orang yang disampingku ini. Apa Seulri sudah mengenalnya?.
“eheemm,
kenapa kau diam saja. Cepat perkenalkan dirimu!” kata saem memecahkan lamunanku. ‘Ah guru ini
cerewet sekali’ tukasku dalam hati
“nee,, baiklah.
Annyeong Haseyo. Nae ireumeun Kim Jongin imnida. Kalian bisa memanggilku KAI. Mannaso bhanggawoyo.” Kataku
memperkenalkan diri.
“Selanjutnya” kata
saem meneruskan
_Seulri PoV_
“nee,,
baiklah. Annyeong Haseyo. Nae ireumeun Kim Jongin imnida. Kalian bisa
memanggilku KAI. Mannaso bhanggawoyo.”
Kata seorang murid namja meperkeakan
diri.
‘sepertinya
aku pernah mendengar nama ini. Dan aku merasa sangat familiar dengan muka namja
itu. siapa ya? apa aku pernah mengenalnya?’ pikirku dalam hati. Ah, tapi untuk
apa dipikirkan lagian tidak penting juga.
Akupun
memalingkan pandanganku pada orang yang beberapa hari lalu membuatku
jengkel. Aku yakin pasti itu namja yang
selalu membuatku kesal.
“selanjutnya”
sambung Jung saem.
“ne, annyeong
Oh Sehun imnida. Kalian bisa memanggilku Sehun. Gamsahamnida” lanjut namja itu.
Dan yap benar
ini adalah namja yang kemarin itu. akhh menyebalkan sekali kenapa ia harus sekolah
disini. Menyebalkan. Tiba tiba suara
saem memecahkan lamunanku.
“ya.. kau Kai
silahkan duduk kau boleh memilih duduk dengan Seulri !” tawar saem sambil
menujukan bangku yang kosong itu pada namja yang diketahui bernama KAI itu.
Yang aku sendiri masih penasaran kenapa sepertinya aku pernah kenal dengannya.
“dan kau Sehun
kau bisa duduk dengan Lay” suruh saem. Sehun pun langsung berjalan ke arah meja
Lay.
Dan namja yang bernama KAI berjalan ke arah
mejaku. Dan dia langsung duduk disampingku. Ah, tak apalah aku punya teman
sebangku kali ini. Tapi kenapa aku harus sekelas dengan orang menyebalkan itu
(re: Sehun). Belum kenal saja sudah sangat menjengkelkan. Bagaimana nanti.
“hai, Seulri”
sapa namja yang duduk di sampingku. Aku mengernyit ‘Hahh, kenapa ia bisa tahu
namaku. Sepertinya aku belum berkenalan dengannya’ pikirku.
“hai, juga.
Hei, kenapa kau bisa tahu namaku?” Jawabku.
“tentu saja
aku tahu, tapi apa kau tak tahu siapa aku?” tanya Kai agak terkejut.
“ani,
memangnya kau siapa?”tanyaku balik.
“ah, kau tidak
ingat ya. Sudahlah lupakan. Tapi maukah kau temani aku istirahat nanti keliling
sekolah ini. Sepertinya aku belum tahu semua seluk beluk sekolah ini.” Ajaknya.
“ah, ne.
baiklah nanti aku temani.” Jawabku ‘jika moodku baik :p’
_Sehun PoV_
Aku tak menyangka sekarang aku sudah berada di
sekolah ini. Padahal baru beberapa hari kemarin aku masih ada di Amerika. Ah,
kalau bukan karena appa yang memaksaku kemari. Aku tak akan kesini. Dan masih
sekolah bersama teman-teman lamaku. Ah, lagi pula untuk apa disesalkan. Toh,
ini semua sudah terjadi.
Dan sekarang
aku sudah berada di kelas bersama dengan murid baru. Tapi jika diperhatikan
namja yang disebelahku ini kulitnya lebih gelap dari ku, postur tubuhnya tegap.
Dan ya, kuakui memang ia terlihat berkarisma dan dewasa. Hanya tetap saja aku
lebih tampan darinya. Bukan, aku lebih putih, aku lebih tinggi darinya, dan aku
lebih terlihat muda dari pada dia. Hehehe aku tahu aku memang tampan. # author
:oppa kenapa kau narsis sekali (-_-“), Sehun: suka-suka gue yang narsis gue bukan
lo. Masalah buat loe? #plak #abaikan.
Tak lama saem
pun menyuruh kami untuk memperkenalkan diri. Dan akupun memperkenalkan diri
setelah namja yang disampingku ini yang bernama Kai. Dan ketika aku sedang
memperkenalkan diri aku melihat seorang yeoja yang belakangan hari ini terasa
familiar. Dan ya ternyata yeoja itu adalah yeoja yang kubawa ke ruang kesehatan
kemarin karena pingsan. Ternyata aku sekelas dengan yeoja menyebalkan itu.
Menarik.
Setelah aku
memperkenalkan diri. Akhirnya saem mempersilahkanku duduk. Aku pun duduk dengan namja yang bernama Lay.
Dan kulihat namja yang bernama Kai duduk dengan yeoja menyebalkan itu. ah,
tidak penting untuk apa aku memperhatikan mereka, cih.
“annyeong”
sapa Lay.
“annyeong”
balasku datar tanpa menengok ke arahnya.
“cih, hanya
itu saja pelit sekali kau berbicara” lanjutnya.
“memangnya aku
harus berbicara apa padamu?” jawabku dingin.
“ani, hanya
saja.. ah sudahlah. Perkenalkan Zhang Yixing imnida. Kau bisa memanggilku Lay.”
Balasnya sambil memperkenalkan diri.
“oh, ne kau
sudah tahu namaku bukan.” Jawabku
“ne, kau Sehun
kan. Nanti kau ke kantin bersamaku, ne. Kita kan teman sebangku. Aku ingin tahu
lebih banyak tentangmu. hehehe” tawarnya
“terserah kau saja” jawabku dingin.
#skip
Author Pov
Kring.....kringg...kringg
Bell istirahat
berbunyi semua siswa berhamburan keluar kelas. Untuk mencari asupan otak dan
juga energi yang telah terkuras karena belajar tadi. Dan akibatnya dalam
hitungan menit kantin akan penuh sesak dengan orang-orang kelaparan. Berbeda
dengan Lay dan Sehun. Mereka berjalan dengan santainya menuju kantin dengan
tatapan penuh arti dari para siswa yeoja yang melihatnya. Mereka masih
terpesona dengan siswa baru yang menjadi trendsenter tiba-tiba. Tapi walaupun
begitu Sehun tidak pernah memperdulikan hal itu. Toh, sejak ia sekolah di
America sudah seperti ini tidak ada bedanya dengan ia sekolah di Korea.
“hey, Sehun.
Lihat tatapan mereka, menggelikan sekali bukan” ujar Lay.
“aku sudah
terbiasa dengan ini.” Jawab Sehun pendek.
Lay mendelik
“sudah terbiasa. Memangnya kau sudah lama seperti ini”
“ya, sejak di
Amerika”Jawab Sehun
“wah, jadi kau
pernah bersekolah di luar negeri. Berarti kau lancar berbahasa inggris bukan?
Wow, daebak! Oh, ya ngomong-ngomong apa yang membuatmu pidah kesini?”
“kau tak perlu
tahu hal itu” balas Sehun dingin.
“cih, ya
sudah”
Sehun pun
mengalihkan pandangannya ke arah taman yang berhadapan langsung dengan kantin. Memperhatikan
semua yang ada di sana. Sampai pandangannya terhenti dengan dua orang, yang
salah satunya mungkin ia kenal. Kedua orang itu tampaknya baru ada di sana dan
tengah menduduki bangku taman tersebut. Sehun semakin mempertajam
pengkihatannya. Dan benar ternyata tak salah orang yang dilihatnya itu Seulri
yang sedang bersama Kai. ‘sedang apa mereka ?’pikirnya mulai tertarik.
_Di lain
Tempat_
“eumm, Kai aku
sedang malas mengelilingi sekolah! Jadi, jika kau mau kau bisa ajak yang lain”
ujar seseorang yang tidak lain tidak bukan adalah Seulri.
“tapi, tadi
kau bilang ingin menemaniku!” ucap Kai
“itu tadi,
sekarang aku tak mau. Aku sedang unmood. Aku ingin ke taman untuk menenangkan
pikiranku, kau mau ikut?” ajak Seulri.
“ya,
sudah”jawab Kai.
Merekapun berjalan
ke arah taman dan duduk di bangku yang ada disana. Lalu, tak lama Seulri memejamkan matanya dan
menarik napas dalam-dalam dan menghempaskannya berulang-ulang. Menurutnya
mungkin ini efektif untuk menenangkan pikiran walau hanya sejenak. Banyak hal yang
bergentayangan di pikirannya apa lagi mengenai eommanya. Dilain sisi ia cemas
bagaimana keadaan eommanya, dan disisi lain ia merasa ada yang janggal dengan
eommanya hilang tiba-tiba. Padahal
sebelumnya kedua orang tuanya dalam keadaan baik-baik saja. ‘apa appa
dan eomma bertengkar ?’ itu yang mendadi pertanyaannya sekarang ini.
Kai yang ada
di sampingnya hanya bisa terdiam dan memperhatikan Seulri yang ada di
sebelahnya. ia bingung apa yang telah terjadi dengan Seulri. ‘apa Seulri sedang
ada masalah? Tak biasanya seperti ini?’ pikir Kai. Karena setahu dirinya Seulri
akan seperti ini jika ada masalah yang benar-benar mengganggu pikirannya.
“Kau sedang
ada masalah?” tanya Kai.
Seulri menoleh
dan mengangguk pelan.
“kalau kau mau
kau bisa cerita padaku!” ujar Kai.
“ah, sebaiknya
tidak. Kita baru saja mengenal. Aku tak mau sembarangan curhat kepada orang
lain.” Jawab Seulri dingin
Kai
mengernyit. ‘ jadi sejak tadi Seulri tidak sadar bahwa aku sahabatnya dulu. Aissh,
-_- aku menyesal sering mengatainya Lola atau pelupa. Sekarang apa yang pernah kukatakan
benar-benar terjadi. Dan ini sudah kelewat parah, bahkan iya tak menyadariku
bahwa aku Kkamjong teman lamanya. Dasar
Seulri, Seulri’ pikir Kai.
“orang Lain?
Jadi kau benar-benar tak mengingatku Seulri?” tanya Kai penuh selidik. ‘padahal
ini kejutannya’
“eumm,
memangnya kita pernah bertemu ya? Setahuku tidak.” Jawab Seulri dengan tatapan
bingung dan innocentnya
#plakk kai
menepuk dahinya.
“Seulri,
seberapa parahnya kau mempunyai penyakit LoLa dan Pelupa. Bahkan setelah aku di
hadapanmu kau masih belum mengenaliku, apa yang terjadi denganmu? Apa kau di
cuci otaknya?” ujar Kai mulai kesal sambil mencengkeram bahu Seulri
Seulri
mengernyit “kita saja baru berkenalan tadi. Tapi, kenapa kau sudah tau julukanku
dengan sahabatku dulu?” tanya Seulri dengan polos
“ASTAGA! Apa
yang terjadi dengan Seulri sahabatku. Hey, kau tidak ingat aku Kim Jong In,
Kai, Kkamjong, teman lamamu sejak SD. Kau Lupa? OMONA. Kalau begini lama-lama
aku bisa gila, aishh” mengacak-acak rambutnya.
“MWO? Apa maksudmu aku adalah sahabatmu. Sejak SD?
Benarkah?” Seulri mulai berpikir-pikir. Namun, saat ini jaringan syaraf pada
otaknya kurang merespon dengan baik sehingga menyebabkannya seperti ini.
“Haah?? Aku ingat” ucapnya “ah, ani-ani aku lupa apa yang aku pikirkan?”
ucapnya kembali. (si Seulri ngajak berantem ye -_-)
#Plakk kai
kembali menepuk dahinya. “ah, aku menye..” ucap Kai terputus
“MWO!!” ucap
Seulri tiba-tiba. Kaipun mengelus dadanya karena terkejut dengan suara Seulri.
Dan bukan hanya Kai yang terkejut dengan suara Seulri. Namun, semua siswa yang
ada di tamanpun menengok kearahnya karena terkejut akan suaranya.
“ Tadi apa kau
bilang? Kkamjong? Kau itu Kkamjong? Tidak mungkin, tidak mungkin.”
“tapi??”
tiba-tiba Seulri menyentuh wajah Kai dengan kedua tangannya. Seperti mencari
kepastian ia memperhatikan mata Kai baik-baik. Apa ada kebohongan di sana atau
tidak. Kai terkejut dengan gerakan
tiba-tiba itu. Ditambah lagi wajah Kai dan Seulri yang berdekatan membuat Kai
tak bisa menahan detak jantungnya yang semakin lama semakin cepat.
“kau
benar-benar Kkamjong? Huaaa, ini benar-benar kau” ujar Seulri sambil memeluk
Kai. Dan itu membuat Kai semakin membulatkan matanya.
“hei,
sudah-sudah. Malu di lihat siswa lain.” Ujar Kai
_kembali ke Kantin_
“hey,
Sehun kau sedang memperhatikan siapa? Seulri dan Kai?” Ujar Lay sambil melirik
dua orang yang sedang duduk di taman itu.
“ani,
aku tak memperhatikan mereka” bohong Sehun.
“Sehun-ssi,
tak usah berbohong seperti itu. Jangan-jangan kau menyukai Seulri? Hey, asal
kau tahu saja. Tidak mudah untuk mendapatkan seorang ketua club dance seperti
dia. Dia, itu agak dingin dengan namja.
Bahkan, sudah banyak namja yang ia tolak cintanya. Tapi, aku heran kenapa secepat
itu mereka akrab ya? Padahal Seulrikan yeoja yang dingin terhadap namja.” cerocos Lay panjang
lebar.
Sehunpun
menganguk malas. Sebenarnya tadi ia tak mengajukan pertanyaan apapun tentang
Seulri. Ya, mau bagaimana lagi. Setidaknya
ia tahu sedikit tentang Seulri. ‘hei,
tunggu sebentar. Tadi apa katanya Seulri adalah ketua Club dance? yang benar
saja. Dia kan seorang yeoja, mana bisa?’ Pikir Sehun. Lalu ia terpikirkan
sesuatu hal untuk mempermalukan Seulri. Walau bagaimanapun ia masih merasa
kesal dengan Seulri dan ingin membalasnya ’ah aku punya ide bagus tentang ini.’ Pikir Sehun dan dengan
senyum evilnya.
#SKIP#
Someone
PoV
Panas
matahari pagi mulai menyapaku. Memulai pekerjaan yang harus ku lakukan.
Mengantar koran-koran dan susu kedelai ke tiap-tiap rumah. Semua itu adalah
rutinitas pagiku. Belum lagi bekerja part time di salah satu restauran saat
malam hari setelah aku kuliah. Menurutku itu semua hal biasa. Beruntung, semua
hasil kerjaku dapat mencukupi kebutuhan sehari-hariku dan kuliah. Banyak
temanku yang mengira aku mandiri seperti ini karena suruhan orang tua. Padahal,
mereka tak tahu orang tuaku seperti apa. Bahkan aku saja tak tahu orang tuaku
seperti apa. Aku sempat berpikir, jika aku tak bertemu Ahjumma Lee pasti aku
sudah menjadi gelandangan dan tidak bisa sampai seperti ini. Katanya aku
ditemukan saat di Taman Kota dan dalam keadaan menangis.
Flashback
“huaaaaa~
eomma kau dimana? Appa?” tangis seorang namja kecil yang saat itu masih berumur
4 tahun.
“eomma...appa..
dimana? Aku takut” dengan masih terus mengangis mengelilingi taman kota yang
sudah mulai gelap dan sepi.
Tiba-tiba
seorang ahjumma menghampiriku.
“ada apa anak
manis, kenapa kau menangis?” ucap ahjumma itu.
“eomma..hiks
dan appa.. hiks..hikss.. mereka meninggalkanku, ahjumma... padahal aku tadi
pergi kesana sebentar. Dan saat aku kembali mereka sudah tidak ada...huaaa”
ucap namja kecil itu menangis semakin kencang.
“apa kau yakin”
Namja kecil
itupun mengangguk
“ya, sudah. Hari
sudah mulai gelap. Lebih baik kau ikut ahjumma saja. Besok kita kembali lagi
kesini mencari orang tuamu. Tidak baik anak kecil di luar malam-malam.” Ujar ahjumma
itu. mengajak namja kecil itu ikut dengannya.
“kajja” ajak
ahjumma iyu.
Namja kecil
itu terdiam sesaat seakan ragu dengan tawaran ahjumma itu. Lalu dengan sekejap ia menggeleng dan
langsung menggenggam tangan ahjumma itu. Menandakan ia setuju dengan tawaran
ahjumma itu, dan tersenyum. Ahjumma itu pun membalasnya dengan tersenyum
kembali kearahnya. Dan merekapun pergi
meninggalkan taman itu menuju, ke rumah ahjumma tersebut.
_TBC_
Akhirnyyaaaa~~ selesai juga chap
yang ini. Sempet mandeg di tengah jalan karena gak dapet-dapet imajinasi. Udah gitu,
waktu buat nulisnya susah. Soalnya nae terlalu sibuk #cieeelahh (-_- iyadah
yang sibuk). Tugas sekolah numpuk dimane-mane. Belom lagi les dan segala macem
hal-hal yang menyangkut sekolahan. Kadang abis pulang sekolah bisa langsung
tepar di kasur saking capeknya. Ya, gitu lah anak sekolahan gak bisa jauh-jauh
dari kata tugas, ulangan, and belajar #eaaamalahcurhat. Jadi disempet-sempetin
harus, kudu, mesti ngelanjutin ni ff walaupun
harus curi-curi waktu ckckck.. tp mian,
ne buat para readers karena author terlalu lama ngelanjutinnya. Insyaallah kedepannya
gak molor kayak gini lagi. Jadi, jangan males-males, ne buat RCLnya karena itu
menentukan kelanjutaan ff ini... ^^






0 komentar:
Posting Komentar