Dance and Love
Part 2
Author : Hasya Jung (@hasyahasya24)
FB : Anfrhasya Haniva Elgeri
Genre : School life, Romance, friendship,
Cast : Park Seul Ri, Oh Sehun, Kim Jongin, Cho Minra
Other Cast :
-
Park
Chanyeol as Seulri’s brother
-
Lee
Yunri as Seulri’s friend
-
Zhang
Yixing (LAY) as Sehun’s friend (next chap)
And other
Length : Multichapter
Rating : 15 +
*gak ngerti masalah rating-ratingan.
Yang jelas segala umur, asalkan bisa baca aja. FF ini aman kok (?).
Ya.. sepertinya makin kesini-sini ceritanya makin gaje. Mian,
ne. Maklum karena ini ff multichapter pertama yang kubuat. Jadi, mohon
commentnya ne. Biar tahu kesalahan ceritanya dimana. Jadi bisa diperbaiki di
part-part selanjutnya deh! Udah ya segini dulu. kebanyakan bacot nih
authornya!! No Plagiarsm!! No Silent readers!!
Happy Reading
.
.
.
Preview
“Oh, ya appa. Maaf sebelumnya kalau
aku tidak sopan. Hmm~ sebenarnya apa yang membuat appa menyuruhku kembali
kesini. Bukankah appa sebelumnya menyuruhku untuk sekolah di tempat yang appa
inginkan! Dan aku menurutinya. Tapi sekarang kenapa tiba-tiba saja appa
memintaku untuk kembali kesini ?” tanyaku langsung to the point pada appa.
*****************
_Author POV_
“Appa
memintamu kembali ke Korea karena setelah kau lulus sekolah kau akan
menggantikan appa untuk mengurus perusahaan kita. Nak!”jawab appa Sehun.
“Tapi
bukankah appa masih bisa menungguku sampai selesai sekolah di Amerika!” Protes
Sehun.
“Appa tidak
bisa, nak.” Tolak appanya Sehun.
“Alasannya?
Tanya Sehun.
“Alasannya
karena appa ingin kau meneruskan perusahaan appa. Kau tahu appa semakin lama
semakin tua. Mana mungkin selama hidup appa hanya mengurus perusahaan saja.
Appa ingin menikmati masa tua appa. Kau juga kan anak satu-satunya yan apa
miliki. Jadi hanya kau yang mewarisi perusahaan appa. Dan kau
akan menjalani itu setelah kau menyelesaikan sekolahmu. Tapi selama kau
bersekolah disini kau akan mendapat pelajaran menangani perusahaan oleh asisten
appa.” Balas appa Sehun
“Tapi, aku
masih SMA appa! Apa hal ini tidak mengganggu aktivitas sekolahku? Aku saja
belum tahu akan bersekolah dimana” kata Sehun masih mengelak.
“Kau tenang
saja asisten appa akan mengurus jadwal-jadwal kapan kau akan belajar menangani
perusahaan appa. Jadi, tidak akan mengganggu aktivitas sekolahmu. Dan appa
harap kau tidak mengelak lagi Sehun. Dan tentang dimana kau bersekolah. Kau
bisa memilih untuk home schooling atau sekolah umum. Ne!” balas appa Sehun
“baiklah,
tapi untuk urusan sekolah aku memilih untuk sekolah umum appa. Tapi aku yang
memilih sekolah dimana” Kata Sehun.
“hmm, ne.
Asalkan kau tak bersekolah di tempat yang tidak berkualitas. Appa
mengijinkannya. Dan appa ingin secepatnya kau menemukan sekolah yang cocok
denganmu” tegas appa Sehun.
“Geurae,
arraseo. Ya sudah appa aku istirahat dulu. Aku lelah”jawab Sehun. Sambi
beranjak dari bangkunya. Dan langsung pergi ke kamarnya yang telah lama ia
tinggalkan.
Dan setelah
pembicaraan pajang tersebut Sehunpun masuk ke kamarnya. Ia pandangi seluruh
sudut dikamarnya. Tak banyak yang berubah dari kamarnya. Ya setidaknya kamarnya
tidak berubah fungsi dan masih rapi dan juga nyaman. Pikirnya. Setelah lama melihat-lihat ia pun pergi
mebersihkan diri. Dan langsung pergi tidur karena ia terlalu lelah untuk hari
ini.
*****
Pagi hari
_Seulri POV_
Kringggggg..kringgggg
Suara alarm
memecahkan keheningan dipagi hari. Aku mengerjapkan mataku sambil mengambil
alarm. Aku pun duduk sambil mengumpulkan nyawaku yang belum sepenuhnya
terkumpul (?). Dan nyawaku langsung terkumpul 100% ketika melihat jam berapa
sekarang. Ternyata sudah pukul 06.30 am. Akupun terlonjak kaget. Dan langsung
bangkit dari tempat tidur. Dan langsung mengambil handuk. Namun tanpa kusadari
aku menginjak sesuatu(?) dan langsung terjatuh.
“akhhh...appo”
gumamku.
“ahh kenapa
ahjumma tidak membangunkanku. Biasanya ia selalu membangunkanku. Apa
jangan-jangan ia datang telat hari ini. Ahh menyebalkan sekali.” Racauku.
Tak lama...
Dagggggg.. *sound effect gagal*
“aghhh,,
neomu appo. Yakk, kenapa harus menabrak dinding sih! Menyebalkan!” Kataku
sambil memegang kepalaku. Belum selesai sakit karena terpeleset ditambah lagi
dengan menabrak dinding. Tidak bisakah ada yang lebih buruk dari ini.
Akupun mandi
dan menyiapkan diri ke sekolah. Setelah itu aku buru-buru menyiapkan buku untuk
hari ini. Lalu akupun langsung keluar dari kamarku dan menuruni tangga dengan
cepat. Aku melirik jam tangan ku. “ah, jam 06.45 masih ada waktu untuk minum
susu 5 menit.”kataku. Aku langsung kedapur dan membuat susu sebagai pengganjal
perut sementara (?). Setelah meminumnya aku langsung keluar dari rumah dan
menguncinya. Dan kutitipkan pada satpam di rumahku.
Setelah itu
aku berlari untuk menuju kesekolah. Untung saja sekolahku dekat dengan rumah.
Akupun melirik jamku lagi dan ternyata hanya tersisa 5 menit untuk sampai ke
sekolah sebelum gerbang ditutup. Aku makin mempercepat lariku. Dan tak terasa
sudah sampai disekolah. Tapi aku masih harus berlari ke kelas lagi. Namun,
tiba-tiba aku menabrak seseorang.
BBRRUUKKK...
Dan
bertambah lagi kesialanku. Akupun terjatuh. Dan sedikit meringis karena menabrak
orang terlalu keras. Lalu aku mengangkat wajahku melihat orang yang ku tabrak.
“mmiaannhae,
nan gwaenchana? sunbae aku benar-benar tidak sengaja. Aku buru-buru. Sekali
lagi maaf sunbae.” Kataku pada sunbaeku ini yang ternyata adalah seorang ketua
OSIS. Yang bernama Huang Zi Tao. Ya, dia merupakan murid pidahan dari China dua
tahun lalu. Dan kurasa sebentar lagi dia akan memarahiku.
“yakk,, Park
Seulri kalau jalan lihat-lihat kau tidak memakai matamu hah?” omelya. Benarkan.
Dia memarahiku. Terang saja dia merupakan salah satu orang yang memiliki
kata-kata pedas saat sedang marah. Ahh menyebalkan sekali.
“sekali lagi
aku minta maaf sunbaenim.” Kataku minta maaf lagi kepadanya.
“ya, ya, ya.
Sudah aku maafkan. Lain kali kalau jalan pakai matamu dengan baik.” Balasnya.
Diapun pergi dari hadapan ku tapi sayub-sayub aku masih mendengar gumamannya.
“dasar yeoja gila”itu gumanya.
“Dasar
sunbae aneh”balasku dalam hati. Akupun melanjutkan lariku sampai ke kelas
#segitunya amat buat kesekolah ya. Akupun sampai dikelas. Dan untung saja belum
ada guru yang masuk. Ya, setidaknya aku tepat waktu sampai disini. Dan tak lama
Park Saem datang. “hah, Park saem bukankah pelajaran dia itu besok.”kataku.
“pelajaran Park saem itu sekarang Seulri. Kau lupa?” saut Soo Jung teman
sekelasku. “jeongmal? Ehmm,, sepertinya bukan. Changkaman. Oh, iya aku lupa.
Mian. Hehehe :D ”jawabku. “ah kau ini selalu LOLA. Tapi aku bingung kenapa kau
dengan cepat daya tangkapmu saat menari. Dasar” balas Soo Jung.
“Pagi
anak-anak” sapa Park saem
“Pagi Saem” jawab
kelasku serempak.
“Kumpulkan
tugas yang kemarin lusa yang kuberikan” lanjutnya lagi.
“Baik
saem”jawab kelasku serempak lagi
Aku pun
mengambil buku yang dimaksud. Tetapi tidak ada. Aku mencarinya kembali. Tetap
tidak ada. Yang lain pun sudah mengumpulkan kedepan. Hanya aku yang belum
mengumpulkan. ‘eotteokhae’ gumamku. Tiba-tiba. Park saem melirik ke arahku.
“Park
Seulri. Kau tidak mengumpulkan tugasmu?” tanya Park saem yang terkenal dengan
ke killer-annya ini.
“mmaaf, saem
hhari ini aku lupa membawanya.” Jawabku gugup. Yah, bertambah lengkaplah
kesialanku ini. Tidak lama lagi pasti aku akan di hukum.
“Lupa, lupa.
Bagaimana bisa lupa hah? Aku paling tidak suka murid yang tak disiplin! Kau
sudah melanggar peraturanku. Kau tahu apa hukumannya kan?” tatapnya tajam dan
dingin.
“tapi aku
benar-benar lupa saem, maafkan aku. Tapi aku benar-benar sudah
mengerjakaannya.” Ucapku memelas.
“tidak ada
tapi-tapian. Cepat keluar dari ruangan berdiri di depan tiang bendera segera..
sampai bel istirahat berbunyi. Atau kau mencari 50 artikel tentang sejarah
kerajaan Dinasti ‘Joseon’ selengkap-lenkapnya!! ” ujarnya. Yang benar saja ia
menghukumku tak tanggung-tanggung. Lebih baik berdiri ditengah lapangan dari
pada mengerjakan tugas yang membosankan itu.
“baik, saem”
jawabku malas . Semua orang yang ada di kelas pun melihat ke arahku sambil
menahan tawa mereka. ‘bukannya kasihan malah menertawaiku -_-. Ahh, lagian
kenapa aku bisa sampai lupa membawa tugas itu sih. Agghh sial sekali aku hari
ini.’ Gumamku kesal dalam hati sambil mengacak-ngacak rambut ku.
Akupun
keluar ruangan dan langsung ke lapangan. Dan aku berdiri di depan bendera itu.
‘akhh tadi terpeleset, menabrak dinding, menabrak Tao sunbae plus sama
kata-kata pedasnya, dan sekarang ditambah dengan hukuman. Kurang lengkap apa
kesialan ku hari ini.’ Gumamku lagi sambil hormat menatap bendera.
1 menit....
10 menit....
15 menit....
30 menit....
1,5 jam....
Aku masih
berdiri di depan bendera sambil hormat. Namun, tiba-tiba saja aku merasa
perutku mual, perih, dan kepalaku tiba-tiba saja terasa berat. Jangan-jangan penyakit
maag ku kambuh lagi. Sial, kenapa disaat seperti ini malah kambuh. Bisakah ini
ditunda, aisshh ini menyiksa. Kalau bukan penyakit turunan eomma. Aku tak akan
begini. Semakin lama perutku semakin
perih, kepalaku mulai berkunang-kunang. “ah, tidak-tidak jangan sekarang.”
ujarku sambil memegang perutku. Tapi aku sudah tak tahan lagi. ‘ah, eomma
tolonglah anakmu ini’ gumamku tak jelas.
Tak lama akupun kehilangan keseimbangan dan...
****
_Sehun POV_
Sinar
matahari pagi masuk melalui celah-celah kamarku. Membuatku terbangun dari tidur nyenyakku. Rasanya sangat
sulit melepaskan tubuhku dari ranjang ini. Rasa lelahku belum benar-benar
hilang sejak semalam. Tapi mau tak mau aku harus bangun. Akupun bangun dengan
malas dari tempat tidurku. Aku mencari jamku dan meliriknya sekilas. Ternyata
sudah pukul 07.00 am. Ah, ternyata aku kesiangan. Akupun langsung mengambil
handukku dan mandi. Dan selesai mandi aku menyiap-nyiapkan diriku. Aku hari ini
berniat untuk mencari sekolah baru yang tepat di daerah ini. Ya, sesuai
permintaan appa untuk cepat-cepat mencari sekolah.
Akupun
keluar dari kamarku dengan rapih. Aku langsung pergi ke ruang makan untuk
mengisi perut yang kosong sejak malam. Dan di ruang makan aku bertemu dengan
salah satu pelayan dan menanyakan sesuatu. “hmm, pelayan. Apa appa sudah
berangkat kerja?”tanyaku ketika sedang makan sendirian di ruang makan yang
besar ini. “iya, tuan muda. Ah, ya tuan muda tadi saya disuruh menyampaikan
berita oleh tuan. Kata tuan jika tuan Sehun sudah menemukan sekolah yang tepat
disuruh hubungi asisten tuan Oh. Ini nomornya! Katanya untuk membantu tuan
Sehun mengurus surat-surat kepindahan ke sekolah baru” Kata pelayan itu sambil
meberikan kertas yang berisi nomor asisten appa. “oh, ne. Gamsahamnida.”
Balasku. Akupun selesai makan dan lansung bergegas keluar rumah.
Aku pun
mulai mencari sekolah yang aku inginkan. Aku melajukan mobilku dari rumah. Dan
setelah 15 menit mencari akupun menemukan sekolah yang aku inginkan. Yaitu,
Seoul Art High School. Dan kurasa bersekolah di tempat seni akan mengasikkan,
itu karena aku suka seni. Akupun meminggirkan mobilku. Dan setelah itu aku
mengambil handphoneku dan menelpon asisten appa. Dan tak berapa lama iapun
datang. Aku menyuruhnya masuk duluan. Setelah ia masuk ke sekolah akupun masuk
untuk sekedar melihat-lihat saja seperti apa keadaan calon sekolahku nanti. Dan
ketika aku sedang berjalan di lapangan. Aku melihat seorang yeoja sedang di
hukum hormat ke bendera. “di hukum, cih kasian sekali” gumamku. Dan tak lama
melihatnya berdiri tiba-tiba ia memegang perutnya, dan beralih menyentuh kepalanya. Akupun mulai mendekatinya. Dan,
tiba-tiba ia pingsan. Karena reflek akupun langsung menangkapnya.
Namun, aku
merasa aneh melihat wajahnya. Sepertinya aku pernah melihatnya dimana ya?. Ah,
tahu lah!. Akupun langsung membawanya ke ruang kesehatan yang ada di sekolah ini. Dan untung aku tadi melewati lobi
sekolah ini jadi aku sempat melihat denah sekolah ini. Dan ketika aku membawnya
kesana untung saja ada dokter yang sedang berjaga disana. Yeoja inipun langsung
dipersiksa oleh dokter itu.
“bagaimana
keadaannya dok?” tanyaku.
“dia
baik-baik saja. Dia pingsan karena maagnya sedang kambuh. Mungkin sebentar lagi
akan sadar. Dan tolong berikan obat pereda sakit maag ini ketika ia bangun. Aku
akan pergi keluar dulu sebentar.” Jawabnya sambil meninggalkan ruang kesehatan
ini.
Dan tak
berapa lama setelah dokter itu keluar yeoja ini pun sadar. Aku melihat wajahnya
dan aku teringat akan sesuatu yaitu, dia adalah yeoja yang hampir kutabrak
kemarin. Dan yap, benar saja ternyata benar dia.
_Seulri POV_
Aku
merasakan di tempat yang empuk. Dan beraroma obat-obatan. Apa aku ada di ruang
kesehatan. Akupun mengerjapkan mataku. Tapi masih sedikit terasa pusing. Dan
ketika kesadaranku kembali seutuhnya. Aku melihat seorang namja tengah duduk di
sofa sambil memainkan handphonenya. Dan setelah kulihat sepertinya dia bukan
anak sekolah ini. “n-nuguseyo?” tanyaku.
“ah, kau
sudah sadar rupanya.” Responya. Dan sekilas sepertinya aku pernah melihatnya.
Tapi dimana? . Ah, aku ingat dia adalah namja yang hampir menabraku kemarin.
Tapi untuk apa dia kesini? Apa dia berniat balas dendam padaku. Dengan mencariku
sampai sekolah seperti ini. Ah, tidak mungkin! Kurang kerjaan sekali dia.
“kau.
bukannya kau namja yang hampir menabrak dan menamparku itu?” tanyaku penuh
selidik.
“yap, benar.
Dan kau yeoja kurang ajar yang berani menantangku bukan?” tanyanya lagi.
“yaaa, aku
bertanya kenapa kau malah balik bertanya. Dasar nappeun namja!” protesku.
“heyy,, kau
beraninya mengataiku seperti itu lagi. Bukannya berterima kasih malah
mengataiku. Dasar yeoja aneh! Oh, ya yeoja aneh. Tadi, kau disuruh dokter meminum
obat itu dan obatnya diatas meja .” jawabnya sambil menunjuk obat yang
dimaksudnya.
“dan semoga
setelah minum obat itu cerewet dan keanehanmu berkurang. Yeoja aneh! Mehrong :p
”lanjutnya lagi sambil pergi meninggalkan ruang kesehatan.
“heyy,, kau!!
aishh menyebalkan sekali” gerutuku setelah dia meninggalkan ruang kesehatan.
#skip#
Kringggg...kringg
Bel
istirahat pun berbunyi. Aku pun keluar dari ruang kesehatan dan pergi ke
kantin. Lapar sekali rasanya. Dan ketika sedang berjalan di koridor mengarah kekantin.
Tiba-tiba..
Dorrrr
“OMO (0_0)” kataku kaget. Langsung
menengok kebelakang.
“hahahahahaha XD” tawa orang yang
mengagetiku.
“yakk.. kalian!!. Jika jantungku cpot
tiba-tiba bagaimana? Kalian sudah siap kehilanganku.”protesku kesal pada Minra
dan Yunri.
“hehehe, mian kami hanya iseng saja.
Habisnya, tadi kau kucari di kelas tak ada. Ya, sudah kajja kita ke kantin
bersama” ajak Yunri
“kebetulan aku juga sudah lapar..
kajja”balasku tidak jadi marah (?).
Di kantin
“hey, aku
tak tahu kenapa. Tapi kenapa aku sial sekali hari ini, ya?. Menyebalkan.”
Kataku memulai pembicaraan.
“memangnya
kau kenapa? Dihukum, ulangan dapat E, dibentak guru atau..” tanya Minra.
“tadi pagi
aku telat bangun, dan aku langsung bagun dari ranjangku. Lalu tiba-tiba
saja aku terpeleset, dan tak lama
setelah itu aku menabrak dinding. Dan ketika disekolah aku menabrak Tao sunbae
ditambah lagi dengan lontaran kata-kata pedasnya. Kesialanku bertambah lagi
ketika di hukum oleh Park saem. Aissh mengapa aku begitu sial hari ini!” jawabku
menjelaskan semuanya.
“jinja?
Kasihan sekali chingu kita yang satu ini hahaha”balas Yunri dengan
tertawaannya.
“hey,, kau
ini bukannya mensupport Seulri malah menertawainya. Aisshh, dasar!”kata Minra
sambil menjitak kepala Yunri. #pletakk
“ahh, appo”rintih
Yunri sambil memegang kepalanya.
“hehehe, makanya
jangan suka meledek orang :p”kataku menambahkan.
“oh, ya biar
ku tebak! Kau dihukum pasti karena tidak membawa tugas ya! Lalu apa hukuman
dari Park saem?” tebak Yunri.
“ne, betul
sekali. Bagaimana bisa kau tau? Aku saja belum memberi tahunya! Kau punya
telepahty? Daebak!” ucapku dengan wajah polos.
“ah, kau
seperti tidak tau dia saja. Dia sudah langganan mendapat hukuman dari Park
saem. Yang terakhir ia di suruh membersihkan toilet siswa di sekolah ini
sendirian. Gila bukan?” ucap Minra.
“jinjja?
Waa.. kau lebih parah dari aku Yunri-ah.”
“ne,
memangnya kau dihukum apa?”
“Tadi, aku disuruh berdiri di depan
tiang bendera sampai jam istrahat. Tapi tadi karena maagku sedang kambuh aku
pingsan. Padahal tidak biasanya aku bisa langsung pingsan bukan?” Jawabku
“mwo?
Pingsan bagaimana bisa? Lalu siapa yang mengantarmu ke ruang kesehatan?”tanya
Yunri kaget.
“pasti kau
telat makan ya Seulri-ya?”tebak Minra. Yang tentu saja jawabannya ya. Karena
kami juga mempunyai penyakit yang sama.
“hehehe iya,
tapi tadi yang membawaku adalah seorang namja. Dia sangat menyebalkan.
Sangat-sangat menyebalkan”jawabku
“namja?
Siapa dia? Kelas berapa? Apa dia tampan?”tanya Yunri penasaran.
“aku tidak tahu.
Dan aku bersyukur dia tbukan siswa sekolah disini. Hahaha”jawabku.
#skip#
_Author PoV_
Kringggg.....Kringggg...Kringggg
Bell tanda
pulang pun berbunyi Seulri dan Kedua temannyapun pulang bersama. Mereka tidak
ada jadwa latihan dance hari ini jadi mereka pulang lebih cepat dari bisanya.
Di sepanjang jalan mereka mengobrol-ngobrol hal yang tak penting. Namun
tiba-tiba saja handphone Seulri berbunyi menghentikan pembicaraan mereka
sejenak untuk mengangkat telepon.
Appa calling
‘yeoboseyo’
‘yeoboseyo! Ada apa appa kenapa tiba-tiba menelpon?’
‘begini Seulri-ya. Eommamu sedang tidak bersama appa
sekarang. Mungkin ia kembali ke Korea. Karena semua barang-barangnya sudah tak
ada disini. Dan sejak kemarin appa
kehilangan kontak dengan ibumu, appa sudah menghubunginya berkali-kali tetap
tidak bisa. Bisakah kau hubungi eommamu itu!. Appa khawatir sekali.’
‘mwo? Bagaimana bisa? Apa eomma dan appa sedang ada masalah?
Bisakah appa ceritakan masalahnya! Lalu dimana eomma sekarang?’
‘hmm, s..ssebenarnya kami sedang ada masalah. Tapi appa tidak
bisa menceritakannya sekarang Seulri, waktunya tidak tepat. Appa juga sudah
mencari eommamu kemana-mana, appa juga sudah menyuruh anak buah appa untuk
mencari eommamu. Tapi tetap tidak ada dimana-mana. Appa hampir gila, nak! Appa
mohon tolong hubungi eommamu. Mungkin kau bisa menghubunginya. Appa akan menyusul ke
Korea besok! Ne.’
‘MWO? Bagaimana bisa? Sekarang sudah eomma benar-benar sudah
tidak ada di Jepang? (ceritanya ortunya ada di jepang ya). Bagaimana bisa
tiba-tiba seperti ini? Apa yang appa lakukan pada eomma? Appa tolong jelaskan
padaku!!’
‘tidak bisa sekarang, adeul. Appa mohon kau mengerti! Appa
hubungi lagi kau nanti... mianhae..’
Tuttt..tutt..tutt
‘appa! Yeoboseyo appa! Appa!’
Seulri
menutup telponnya nanar. Diwajahnya terpancar raut gelisah. Ia tidak bisa
berpikir jernih saat ini. Ia masih shock, bagaimana bisa tiba-tiba eommanya menghilang
begitu saja. Apa eomma dan appa sedang ada masalah ?, bukankah selama ini
baik-baik saja! Pikir Seulri. Teman-teman Seulri heran melihat perubahan raut
wajah Seulri yang berubah menjadi gelisah.
“Seulri-ya
ada apa? Kenapa setelah kau mengangkat telepon wajahmu berubah menjadi seperti
itu?” tanya Minra penasaran dengan perubahan sikap temannya itu.
“ya,
Seulri-ya ada apa? Kenapa kau hanya diam saja?”sambung Yunri.
“Seulri-ya”panggil
Yunri sambil mengayunkan tangannya di depan wajah Seulri.
“ya!! Park
Seul Ri!!”panggil Yunri lebih keras sambil menguncangkan badan Seulri.
“hhh,,ehh,,
iyaa”jawab Seulri.
“hey, kau
kenapa tiba-tiba melamun Seulri-ya? Ada apa sebenarnya?” tanya Minra khawatir.
“ehh, nan gwaenchana. Tidak ada apa-apa kok.
Hehehe” jawab Seulri berbohong. Padahal dalam hatinya ia sangat gelisah, kalut,
dan khawatir dengan keadaan eommanya sekarang.
“benar tidak
ada apa-apa? Tapi apa kau tidak mau bercerita pada kami?”tanya Yunri khawatir
“jeongmal,
nan gwaenchanayo. Sudah kajja kita pulang. Kajja!!” jawab Seulri masih
mengelak.
“ya, sudah
kajja” kata Minra dan Yunri berbarengan.
Merekapun
melanjutkan perjalanan mereka. Sampai akhirnya Seulri sampai lebih dahulu.
#skip#
Sampai
dirumah Seulri buru-buru masuk dan langsung mengganti pakaiannya. Setelah itu
ia langsung mengambil handphonenya untuk menelpon eommanya. Panggilan pertama
tidak ada jawaban. Yang kedua kalinya masih belum ada jawaban juga. Hingga
berkali-kali dicoba tetap tidak ada jawaban. Ia mulai gelisah, khawatir,
bingung, dan sedih bercampur semua menjadi satu dalam pikirannya. Ia pun
mencoba mengirimi pesan kepada eommanya tetapi bukannya terkirim malah yang ada
pengiriman gagal. Ia mulai frustasi. Apa yang harus ia lakukan. Akhirnya ia
menelpon appanya untuk memberi tahu masalah ini.
‘yeoboseyo appa’
‘yeoboseyo, adeul? Apa kau sudah menghubungi ibumu?’
‘begini appa aku sudah menghubunginya berkali-kali tapi tetap
tidak ada jawaban. Bagaimana ini appa? Sebenarnya apa yang terjadi? Aku sangat
khawatir.. aku harus mencari eomma! Tapi Seoul itu kota yang besar appa!’
‘tenang saja appa sudah menyuruh anak buah appa untuk mencari
eommamu di Seoul jadi kau tidak usah ikut. Lagipula kau itu kan harus sekolah.
Jadi appa tak mau ini mengganggu kegitan sekolahmu, nak! Dan appa minta maaf
ini semua jadi melibatkanmu. Maaf, karena appa tidak bisa menjaga eommamu
dengan baik. Maafkan appa nak!’
‘tapi, appa aku ingin ikut mencari juga. Aku tidak akan
tenang sebelum bertemu dengan eomma’
‘iya, nak appa tahu. Appa juga sama denganmu. Tapi serahkan
semua ini pada appa. Karena appa yang mebuat semua ini terjadi. Appa yang
bertanggung jawab atas semuannya.’
‘ya, sudah kalu itu mau appa. Tapi appa harus berjanji untuk menemukan
eomma secepatnya, ne!’
‘iya nak, itu pasti’
‘baiklah, sudah dulu ya appa, annyeong’ tuttt-tutt-tutt
Setelah
menutup telepon Seulri langsung ke ranjangnya. Sepertinya hari ini sangat
membuatnya sangat pusing. Akhirnya ia tidur untuk menenangkan diri sejenak dari
semua masalah di hari ini.
_TBC_
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Part 3
Bagaimana nasib Sehun apakah ia jadi sekolah dimana
tempat Seulri berada? Bagaimana reaksi Seulri nantinya?
Dan
masih ingatkah dengan kejutan apa yang akan diberikan Kai kepada Seulri?
Dan
juga apa yang membuat eomma Seulri hilang tiba-tiba? Apa penyebabnya?
Kita
tunggu semua di part 3 ne! Gomawo karena
sudah mau membaca ff yang aneh dan gaje ini. Sekian..
<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<






0 komentar:
Posting Komentar